EFEKTIVITAS PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK DI SUKAJAYA
DOI:
https://doi.org/10.65244/jrph.v2i1.688Keywords:
Kesehatan Ibu dan Anak, Efektivitas Program, Daerah Terpencil, Evaluasi CIPPAbstract
Kesehatan ibu dan anak tetap menjadi prioritas strategis pembangunan kesehatan karena mencerminkan mutu pelayanan kesehatan, implementasi kebijakan, dan kesejahteraan masyarakat. Di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pelaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak menghadapi tantangan berupa hambatan geografis, ketimpangan akses layanan, dan belum optimalnya pelayanan lanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program Kesehatan Ibu dan Anak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Kecamatan Sukajaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan enam informan yang dipilih secara purposif, meliputi unsur pemerintah kecamatan, pimpinan puskesmas, tenaga kesehatan, dan penerima layanan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan evaluasi program mengacu pada model CIPP serta perspektif efektivitas Dunn dan Steers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah berjalan cukup efektif, terutama pada layanan dasar seperti persalinan di fasilitas kesehatan, pelayanan nifas, imunisasi, dan pelayanan balita. Namun, program belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis yang sulit, belum lengkapnya kunjungan antenatal, lemahnya penanganan rujukan komplikasi, dan belum meratanya kesadaran masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan analisis capaian indikator program dengan faktor implementasi kebijakan pada konteks wilayah terpencil. Penguatan layanan jemput bola, sistem rujukan, distribusi tenaga kesehatan, dan edukasi masyarakat menjadi kunci peningkatan efektivitas program.
Downloads
References
Buku
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Dunn, W. N. (2003). Public policy analysis: An introduction (3rd ed.). Pearson Education.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
McDavid, J. C., & Hawthorn, L. R. L. (2006). Program evaluation and performance measurement: An introduction to practice. Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2019). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Patton, M. Q. (2008). Utilization-focused evaluation (4th ed.). Sage Publications.
Rossi, P. H., Lipsey, M. W., & Freeman, H. E. (2004). Evaluation: A systematic approach (7th ed.). Sage Publications.
Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill-building approach (7th ed.). Wiley.
Steers, R. M. (1985). Organizational effectiveness: A behavioral view. Goodyear Publishing.
Stufflebeam, D. L. (2003). The CIPP model for evaluation. In T. Kellaghan & D. L. Stufflebeam (Eds.), International handbook of educational evaluation. Springer.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Weiss, C. H. (1998). Evaluation: Methods for studying programs and policies (2nd ed.). Prentice Hall.
Jurnal / Artikel Ilmiah / Tesis
Amelia, F. (2024). Evaluasi kinerja tenaga kesehatan dalam program KIA di daerah terpencil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–58.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2023). Kabupaten Bogor dalam angka 2023. BPS Kabupaten Bogor.
Dutta, S., et al. (2017). Maternal and child health program effectiveness in low-resource settings. Journal of Global Health, 7(2), 1–10.
Hidayat, R. (2022). Evaluasi keterjangkauan pelayanan KIA di daerah terpencil. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 10(2), 120–134.
Kadir, A., et al. (2016). Impact of maternal health programs on maternal mortality. Indonesian Journal of Public Health, 11(3), 89–97.
Kesung, D., Pramono, S., & Suroso. (2023). Evaluasi program kebijakan kesehatan ibu dan anak (KIA) studi kasus pada ibu hamil di Puskesmas Lengko Ajang. Jurnal Kebijakan Kesehatan, 15(1), 33–47.
Kurniawan, A. (2021). Tantangan layanan kesehatan di daerah padat penduduk. Jurnal Kebijakan Publik, 9(2), 55–67.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (2019). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Nurjanah, S., & Santoso, B. (2020). Analisis kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas daerah terpencil. Jurnal Kesehatan Daerah, 8(1), 10–22.
OECD. (2020). Evaluating public health programs: Framework and indicators. OECD Publishing.
Rosita, R., & Simamora, T. M. (2021). Penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas terpencil pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Kesehatan Indonesia, 13(2), 77–90.
Subandi, A. (2022). Evaluasi program imunisasi ibu dan anak di wilayah terpencil. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1), 25–40.
UNICEF. (2020). Nutrition and child health report. UNICEF.
UNICEF. (2021). Maternal mortality prevention strategies. UNICEF.
UNFPA. (2020). Postpartum family planning guidelines. United Nations Population Fund.
UNESCO. (2021). Health literacy and education report. UNESCO Publishing.
Weiss, C. H. (1998). Evaluation as policy analysis. American Journal of Evaluation, 19(1), 1–12.
World Bank. (2019). Improving health access in remote areas. World Bank Group.
World Bank. (2022). Maternal health and referral system challenges. World Bank Group.
WHO. (2019). Maternal and child health monitoring report. World Health Organization.
WHO. (2020). Antenatal care recommendations. World Health Organization.
WHO. (2021). Global health workforce statistics. World Health Organization.
WHO. (2022). Community-based health services in remote areas. World Health Organization.
WHO. (2023). Maternal and newborn health fact sheet. World Health Organization.
Yulianto, H. (2024). Evaluasi dampak program KIA terhadap angka kematian ibu dan anak di daerah terpencil. Jurnal Kesehatan Regional, 14(2), 66–80.
Wulandari, S. (2025). Perbandingan efektivitas program KIA antara daerah terpencil dan perkotaan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 16(1), 1-15.
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2021). Rencana pembangunan kesehatan nasional.
Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pembentukan Desa Urug dan Desa Jayaraharja Kecamatan Sukajaya.
Peraturan Bupati Bogor Nomor 98 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan di Kabupaten Bogor.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Research and Public Horizons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Research and Public Horizons agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Research and Public Horizons right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.








