PRINSIP KEPASTIAN HUKUM PENGERTIAN MELANGGAR KESUSILAAN DALAM HUKUM PIDANA BERDASARKAN UU ITE
DOI:
https://doi.org/10.65244/jggls.v2i2.517Keywords:
UU ITE, Melanggar Kesusilaan, Kepastian Hukum, Kebebasan BerekspresiAbstract
Pengaturan ruang digital melalui UU ITE menghadapi kendala pada Pasal 27 ayat (1) terkait frasa "melanggar kesusilaan" yang bersifat multitafsir dan mengancam kebebasan berekspresi. Penelitian yuridis normatif ini bertujuan menganalisis kualifikasi tindak pidana tersebut agar sesuai prinsip kepastian hukum (lex certa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan batasan konkret memicu penerapan subjektif, sebagaimana terlihat pada kasus Baiq Nuril dan polemik kritik politik mahasiswi ITB tahun 2025. Peneliti merekomendasikan revisi Penjelasan UU ITE dengan mengadopsi prinsip lex stricta. Batasan "melanggar kesusilaan" harus dikonkritkan secara limitatif pada aspek persenggamaan, kekerasan seksual, ketelanjangan, dan pornografi demi menjamin kepastian hukum serta mencegah kriminalisasi terhadap ekspresi yang sah.
Downloads
References
Andrias Winarno, D. (2021). Kekaburan Norma dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial. Journal Of Universitas Airlangga, 4(3), 341–372. https://doi.org/10.20473/mi.v4i3.29023
Annisa Rahma Karunia, D. (2024). Mengurai Kejahatan Tindak Pidana Kesusilaan dalam Kompleksitas Hukum Di Indonesia Ditinjau Dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jurnal Lentera Ilmu, 1(1), 28–40. https://doi.org/https://doi.org/10.59971/li.v1i1.21
Aries Harianto. (2013). Makna “Tidak bertentangan Dengan Kesusilaan” Sebagai Syarat Sah Perjanjian Kerja. Universitas Brawijaya.
Batubara, R. (2024). Peranan interpretasi hukum dalam praktik peradilan di indonesia. El-Sirry : Jurnal Hukum Islam Dan Sosial, 2(1), 71–92. https://doi.org/10.24952/ejhis.v2i1.11384
Bryan A. Garner. (1999). Black’s Law Dictionary 7th Edition. West Publishing Company.
Christianto, H. (2016). Norma Kesusilaan Sebagai Batasan Penemuan Hukum Progresif Perkara Kesusilaan Di Bangkalan Madura. Jurnal Hukum & Pembangunan, 46(1). https://doi.org/10.21143/jhp.vol46.no1.65
Christianto, H. (2021). Penafsiran Hukum “Melanggar Kesusilaan” Dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Kajian Putusan Nomor 265/Pid.Sus/2017/PN.MTR juncto Putusan Nomor 574K/Pid.Sus/2018 junctis Putusan Nomor 83 PK/PID.SUS/2019. Jurnal Yudisial, 14(1), 37–56. https://doi.org/10.29123/jy.v14i1.423
Dkk, B. S. (2022). Analisis Dalam Pemberitaan Pro Dan Kontra Terhadap Lahirnya UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dan Kaitannya Dengan Teori Demokrasi di Indonesia. Jurnal Studi Ilmu Poilitik, 1, 30–42. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/jsipol.v1i1.12467
Ferdinandus, A., & Rifai, A. (2024). Perbedaan Penafsiran Majelis Hakim Terkait Frase Muatan yang Melanggar Kesusilaan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bhirawa Law Journa, 5(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.26905/blj.v5i1.12389
Hari Suharto, Saut Parulian, R. A. (2020). Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Pasal 27 Ayat ( 1 ) Undang- Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Lex LATA, 2, 633–652. https://doi.org/https://doi.org/10.28946/lexl.v2i2.831
Haritjahjono, B. (2025). Implementation of the Lex Certa Principle towards the Ambiguity of Digital Law’s in Indonesia. Amnesi Jurnal Hukum, 7(1), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.37729/amnesti.v7i1.5873
Hempi Wanty Saragih, A. R. M. S. (2024). Legal Certainty in the Legislative System in Indonesia study on the Information and Electronic Transactions Law. International Journal of Society and Law, 2(3), 518–529. https://doi.org/https://doi.org/10.61306/ijsl
Ilyas, A. (2012). Asas-asas hukum pidana Memahami Tindak Pidana dan Pertanggung Jawaban Pidana Sebagai Syarat Pemidanaan (A. M. Mustamin (Ed.); 1st ed.). Mahakarya Rangkang Offset Yogyakarta. https://elib.warmadewa.ac.id/index.php?p=fstream-pdf&fid=880&bid=13337
Kamus Hukum. (2008). Citra Umbara.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023 (1st ed.). (2023). FOKUSMEDIA.
Labaka, A. (2025). The Essence of the Principles of Legality and Law Living in a Post- Criminal Law Reform Society. Aliansi : Jurnal Hukum Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(September). https://doi.org/https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i5.859
Lusia Sulastri, R. C.-P. (2024). Dynamics Of The Electronic Transaction Information. Jurnal Ilmu Hukum Hermeneutika, 8(2), 136–149. https://doi.org/https://doi.org/10.33603/hermeneutika.v8i2.9594
Malik, A., & Sugiri, B. (2025). Application Of Article 27 Paragraph ( 1 ) Of Law Number 1 Of 2024 On Electronic Information And Transactions And Comparative Study With Malaysia And Turkiy. International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLASJournal), 5(5), 3930–3935. https://doi.org/10.54443/ijerlas.v5i5.3983
Muhammad Raffi Agil. (2025). Analisis Perbandingan Pengaturan Tindak Pidana Kesusilaan Berdasarkan Kuhp undang-undang nomor 1 tahun 1946 dengan Kuhp undang-undang nomor 1 tahun 2023. http://repository.unbari.ac.id/3799/7/MUHAMMAD RAFFI AGIL 2000874201082.pdf
Nurhaliza, A., & Suherman, A. (2025). Kebebasan Berpendapat Dan Berekspresi Di Era Digital: Prespektif HAM Freedom Of Opinion And Expression In The Digital Era : A Human Rights Perspective. Jurnal Hukum POSITUM, 10(1), 63–79. https://doi.org/https://doi.org/10.35706/positum.v10i1.12307
Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 (2007).
Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat, Pub. L. No. 6 tahun 2014, 1 (2014). https://dsi.acehprov.go.id/media/2023.07/qanun_aceh_nomor_6_tahun_2014_tentang_hukum_jinayat1.pdf?
Radjak, K. D., & Manti, N. (2023). Implementasi Pasal 76 Huruf I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. IBLAM LAW REVIEW, 3, 146–160. https://doi.org/https://doi.org/10.52249/ilr.v3i3.189
Rahmawati, M. (2021). Menelisik Pasal Bermasalah Dalam UU ITE Pasal 27 Ayat (1) tentang Kesusilaan (pertama). Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).
Sahat Maruli T. Situmeang. (2020). Cyber law (1st ed.). Cv. Cakra.
Yacob, C. Y. (2024). ProYacob, Christovel Yamado. “Problematika Penerapan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.” Jurnal Hukum Legalita 6, no. 2 (2024). https://doi.org/https://doi.org/10.47637/legalita.v6i2.1413.blemat. Jurnal Hukum Legalita, 6(2). https://doi.org/https://doi.org/10.47637/legalita.v6i2.1413
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Golden Generation Legal Science

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Legal Science agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Legal Science right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









