Strategi Pelanggaran Prinsip Kerja Sama Grice Pada Serial Tilik The Series
DOI:
https://doi.org/10.65244/jggm.v2i2.693Keywords:
Prinsip Kerja Sama, Pelanggaran Maksim, Tilik The SeriesAbstract
Penggunaan bahasa dalam media audiovisual tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian pesan secara langsung, tetapi juga mengandung makna implisit yang dapat dianalisis melalui kajian pragmatik. Salah satu konsep penting dalam pragmatik adalah prinsip kerja sama yang dikemukakan oleh Paul Grice, yang meliputi empat maksim, yaitu kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Dalam praktik komunikasi, keempat maksim tersebut tidak selalu dipatuhi, karena penutur kerap melakukan pelanggaran secara sengaja untuk menghasilkan implikatur tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan dalam dialog Tilik the Series yang diperoleh melalui teknik simak, catat, serta dokumentasi dalam bentuk transkrip dialog. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tuturan yang mengandung pelanggaran maksim, mengelompokkan data berdasarkan jenis maksim yang dilanggar, serta menafsirkan implikatur yang dihasilkan dari pelanggaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam serial tersebut mengandung berbagai bentuk pelanggaran maksim, terutama pada maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Pelanggaran ini dimanfaatkan sebagai strategi komunikasi untuk menyampaikan makna tersirat, membangun karakter tokoh, serta menghadirkan unsur humor dan kritik sosial dalam percakapan. Oleh karena itu, pelanggaran maksim dalam dialog Tilik the Series memiliki peran pragmatik yang signifikan dalam membentuk makna serta dinamika interaksi antar tokoh.
Downloads
References
Andra, M., & Afriana, A. (2024). An analysis of Grice’s cooperative principle in Rosé’s YouTube interview. Jurnal Basis, 12(2).
Arvianto, F. (2019). Analisis prinsip kerja sama dalam acara komedi Extravaganza. Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 54–60.
Citra, Y., & Fatmawati. (2021). Alasan pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam program Mata Najwa di Trans 7. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 7(2), 437–445.
Diliana, E. (2022). Conversational analysis of Grice’s maxim theories on cooperative principles. Arzusin Journal, 2(5).
Hasyim, I., Rosita, F. Y., & Pancarrani, B. (2025). Pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam podcast Warung Kopi (PWK) bersama dr. Tirta. Jurnal Kajian Bahasa dan Komunikasi, 2(1), 11–28.
Herawati, A. (2013). The cooperative principle: Is Grice’s theory suitable to Indonesian language culture? Lingua Cultura, 7(1), 43–48.
Lestari, M., & Yuniawan, T. (2020). Pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam film Preman Pensiun The Movie. Jurnal Sastra Indonesia, 9(3), 16–22.
Ramli, Munawarah, I., & Fitriani, S. S. (2020). Pematuhan dan pelanggaran maksim prinsip kerja sama percakapan dalam talk show radio siaran di Banda Aceh. Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya, 291–300.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.
Syafitri, Y. D. T., Budiarti, V., Simamora, A., & Aprilya, R. (2019). Examining various interpretations of Grice’s cooperative principle. Elsya: Journal of English Language Studies, 1(2), 95–101.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Golden Generation Multidisciplinary

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Multidisciplinary agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Multidisciplinary right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









