Mistisisme Maskulin dan Spiritualitas Feminin: Reinterpretasi Metafora Gender dalam Teks Tasawuf Klasik dan Kontemporer

Authors

  • Moh. Hasan Fauzi Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Author
  • Aina Noor Habibah Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Author
  • Misbachul Munir Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Author
  • Bayu Fermadi Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Author
  • Akhmad Ali Said Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Author
  • Moch. Bashori Alwi Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Author
  • Yuni Pangestutiani Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Author
  • Nur Rahma Shanty Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Author

DOI:

https://doi.org/10.65244/jggm.v3i3.445

Keywords:

Tasawuf, Metafora Gender, Hermeneutika, Feminisme Islam, Ibn ʿArabī, Keadilan Gender

Abstract

Artikel ini mengkaji metafora gender dalam teks tasawuf klasik dan kontemporer dengan menempatkannya dalam kerangka hermeneutik-filosofis. Berangkat dari kritik terhadap pembacaan patriarkal yang cenderung memahami gender secara biologis dan hierarkis, penelitian ini menegaskan bahwa dalam tradisi tasawuf, kategori maskulin dan feminin berfungsi sebagai prinsip metafisik dan kosmologis yang bersifat simbolik dan komplementer. Melalui analisis terhadap pemikiran Ibn ʿArabī, khususnya konsep wahdat al-wujud dan gagasan keperempuanan ilahi, artikel ini menunjukkan bahwa tasawuf mengafirmasi kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan. Pembacaan ini kemudian didialogkan dengan reinterpretasi feminis kontemporer, terutama melalui kontribusi Saʿdiyya Shaikh, serta konteks keindonesiaan melalui gagasan sufisme-feminisme KH. Husein Muhammad. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf menyediakan ruang hermeneutik yang signifikan untuk mendekonstruksi hierarki gender yang terbangun dalam historiografi dan praktik keagamaan Islam. Meskipun demikian, artikel ini juga menyoroti tantangan pembacaan feminis tasawuf, terutama risiko romantisasi tradisi dan ketegangan antara universalisme spiritual dan realitas sosial. Dengan demikian, tasawuf dipahami tidak hanya sebagai praktik spiritual individual, tetapi juga sebagai sumber etis dan epistemik yang relevan bagi pengembangan wacana keadilan gender dalam Islam kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azad, A. (2013). Female mystics in mediaeval Islam: The quiet legacy. Journal of the Economic and Social History of the Orient, 56(1), 53-88. https://doi.org/10.1163/15685209-12341277

Faesol, A. (2021). Perempuan dan tasawwuf: Menakar bias gender dalam kajian sufisme. Jurnal Al-Hikmah, 19(01), 65-76. https://doi.org/10.35719/alhikmah.v19i01.45

Khairi, F., & Muzammil, S. (2024). Sejarah dan identitas perempuan dalam tasawuf: Sebuah pendekatan interseksionalitas. Spiritualita, 8(2), 93-105. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v8i2.2148

Miswari, A. (2023). Feminisme dalam tasawuf; Sebuah tinjauan literature. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 6(3), 1466-1473.

Muhammad, H. (2014). Mencintai Tuhan, mencintai kesetaraan: Inspirasi dari Islam dan perempuan. Elex Media Komputindo.

Murata, S. (1992). The Tao of Islam: A sourcebook on gender relationships in Islamic thought. SUNY Press.

Najib, M. A. (2020). Tasawuf dan perempuan pemikiran sufi feminisme KH. Husein Muhammad. Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 8(1), 203-228. https://doi.org/10.21274/kontem.2020.8.1.203-228

Noer, K. A. (2002). Tasawuf perenial, kearifan kritis kaum sufi. Serambi.

Raihan Fadly & Ilzam Hubby Dzikrillah Alfani. (2024). Respon dan kritik tokoh Muslim terhadap tasawuf: Kajian latar belakang dan pemikiran. Spiritualita, 8(1), 32-47. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v8i1.2120

Shaikh, S. (2012). Sufi narratives of intimacy: Ibn ʿArabī, gender, and sexuality. University of North Carolina Press.

Shaikh, S. (2022). Ibn ʿArabī and mystical disruptions of gender: Theoretical explorations in Islamic feminism. In L. Ridgeon (Ed.), The Bloomsbury companion to Islamic philosophy (pp. 225-248). Bloomsbury Academic.

Smith, J. I., & Haddad, Y. Y. (2002). The Islamic understanding of death and resurrection. Oxford University Press.

Souad, H. (2020). Ibn Arabi's perception of woman. Muhyiddin Ibn Arabi Society. Retrieved from https://ibnarabisociety.org/woman-as-human-being-and-cosmic-principle-souad-hakim/

Susanti. (2014). Husein Muhammad antara feminis Islam dan feminis liberal. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 4(1), 197-220.

Syamsiyani, J. M. (2023). Membongkar historiografi sufi perempuan. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf, 8(1), 121-138.

Wahyuni, E. N., & Bariyyah, K. (2019). Apakah spiritualitas berkontribusi terhadap kesehatan mental mahasiswa? Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(1), 46-53.

Published

2024-06-04

How to Cite

Mistisisme Maskulin dan Spiritualitas Feminin: Reinterpretasi Metafora Gender dalam Teks Tasawuf Klasik dan Kontemporer. (2024). Journal of Golden Generation Multidisciplinary , 1(4), 7-22. https://doi.org/10.65244/jggm.v3i3.445

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 53

You may also start an advanced similarity search for this article.