PENGARUH KETERSEDIAAN LAYANAN TRANSPORTASI SUNGAI TERHADAP TINGKAT AKSESIBILITAS MASYARAKAT ANTAR WILAYAH DI KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU

Authors

DOI:

https://doi.org/10.65244/jfshe.v1i2.916

Keywords:

aksesibilitas wilayah, transportasi sungai, mobilitas masyarakat, interaksi wilayah, tata kelola transportasi

Abstract

Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat menghadapi permasalahan ketimpangan aksesibilitas antar wilayah yang serius, di mana 15 dari 19 desa terletak di seberang Sungai Kapuas tanpa infrastruktur jembatan permanen, sehingga lebih dari 60% mobilitas masyarakat sepenuhnya bergantung pada layanan penyeberangan sampan motor tempel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketersediaan layanan transportasi sungai terhadap tingkat aksesibilitas masyarakat antar wilayah. Landasan teori yang digunakan mencakup teori interaksi wilayah Ullman (1956), teori aksesibilitas Hansen (1959) dan Ingram (1971), serta konsep aksesibilitas sosial-ekonomi Litman (2020). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan paradigma positivistik. Penggalian data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, kuesioner terstruktur berskala Likert, dan studi pustaka terhadap 90 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, metode, waktu, dan teori. Analisis mencakup statistik deskriptif, regresi linear berganda, dan analisis Rasio Volume/Kapasitas (V/C). Hasil penelitian menunjukkan model regresi Y = 4,258 − 0,169X₁ + 0,075X₂ − 0,008X₃ + 1,740X₄ − 0,021X₅ dengan R² = 0,883, yang berarti 88,3% variasi aksesibilitas dijelaskan oleh kelima variabel. Dampak sosial-ekonomi (X₄) merupakan prediktor paling dominan (B = 1,740). Analisis V/C menunjukkan seluruh jalur penyeberangan berada dalam kategori Sangat Longgar (V/C agregat = 0,356), mengindikasikan permasalahan bukan pada defisit kapasitas melainkan kemacetan temporal pada jam puncak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan aksesibilitas masyarakat di wilayah berbasis sungai memerlukan perbaikan tata kelola operasional, standarisasi keselamatan, dan integrasi kebijakan transportasi sungai dalam dokumen perencanaan formal seperti RTRW dan Rencana Induk Transportasi Kabupaten.

References

Rachman, A., Yochanan, E., Samanlangi, A. I., & Purnomo, H. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Karawang: CV Saba Jaya Publisher.

Angglepi, M. S., Susanti, E., & Haironi, N. (2025). Tantangan mobilitas pelajar di seberang Sungai Kampar Kiri dalam menempuh pendidikan. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Basir, A. (2023). Pemanfaatan sungai untuk usaha penyeberangan oleh masyarakat Desa Taeng di Kabupaten Gowa. Universitas Hasanuddin.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sanggau. (2025). Kecamatan Meliau dalam angka 2025. BPS Kabupaten Sanggau.

Hansen, W. G. (1959). How accessibility shapes land use. Journal of the American Institute of Planners, 25(2), 73–76.

Ingram, D. R. (1971). The concept of accessibility: A search for an operational form. Regional Studies, 5(2), 101–107.

Jabalnur. (2022). Konsep perlindungan konsumen terhadap pengguna jasa penyeberangan pincara. Universitas Halu Oleo.

Manullang, A. R. T., Akhmadali, & Azwansyah, H. (2022). Analisis kebutuhan angkutan terhadap kualitas pelayanan penyeberangan (motor air) jurusan Meliau Hulu – Bintang Harapan Desa Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Universitas Tanjungpura.

Mayuni, S., Widodo, S., & Tamala, E. (2018). Analisis kebutuhan angkutan penyeberangan (motor air) jurusan Sungai Bemban – Sungai Selamat Kecamatan Kubu Raya. Universitas Tanjungpura.

Nanta, P. B., Mukti, E. T., & Kadarini, S. N. (2022). Analisis kebutuhan angkutan penyeberangan (motor air) jurusan Sunyat – Sungai Asam Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau. Universitas Tanjungpura.

Okgarianda, J., Widodo, S., & Mulki, G. Z. (2018). Strategi pengembangan transportasi sungai dalam menunjang pengembangan potensi kawasan yang dilalui jalur Sungai Melawi. Jurnal Teknik Sipil, Universitas Tanjungpura.

Richesa, E., Akhmadali, & Azwansyah, H. (2023). Analisis moda kapal sebagai alternatif penyeberangan sungai jalur Kecamatan Rasau Jaya – Kecamatan Teluk Batang. Universitas Tanjungpura.

Sembor, T. S. H. (2023). Model perilaku pemilihan rute perjalanan penumpang transportasi sungai berbasis multi aliran sungai di wilayah Merauke. Universitas Hasanuddin.

Sianturi, L. S. A., Long, F. E., Sandjaja, G., & Angkat, H. R. S. (2025). Analisis penggunaan transportasi sungai di wilayah Mahakam Ulu. Jurnal Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara.

Stellamaris, Y. (2017). Analisis bentuk mode transportasi sungai di Banjarmasin. Jurnal Transportasi, 17(2), 45–56.

Ullman, E. L. (1954). Geography as spatial interaction. University of Washington Press.

Published

2026-06-23

How to Cite

PENGARUH KETERSEDIAAN LAYANAN TRANSPORTASI SUNGAI TERHADAP TINGKAT AKSESIBILITAS MASYARAKAT ANTAR WILAYAH DI KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU. (2026). Journal of Future Social Humanities and Cultural Evolution, 1(2), 263-280. https://doi.org/10.65244/jfshe.v1i2.916

Similar Articles

11-17 of 17

You may also start an advanced similarity search for this article.