HISTORIOGRAFI GENDER: MENGHADIRKAN SUARA YANG TERPINGGIRKAN
DOI:
https://doi.org/10.65244/jfshe.v1i2.833Keywords:
Historiografi, gender, perempuan, marginalisasi, sejarahAbstract
Historiografi gender adalah pendekatan penulisan sejarah yang berupaya memperkenalkan kembali pengalaman kelompok-kelompok yang telah lama terpinggirkan, khususnya perempuan, ke dalam narasi sejarah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana historiografi gender berkembang sebagai kritik terhadap historiografi tradisional, yang cenderung androsentris dan patriarkal. Metode penelitian yang digunakan adalah riset pustaka, yang melibatkan pengumpulan berbagai dokumen akademis yang relevan dengan studi historiografi gender. Temuan menunjukkan bahwa historiografi konvensional sebagian besar menempatkan laki-laki sebagai aktor utama dalam sejarah, sementara perempuan seringkali hanya digambarkan sebagai tokoh pelengkap dalam narasi sejarah. Munculnya historiografi gender merupakan upaya untuk merekonstruksi sejarah dengan cara yang lebih inklusif dengan memasukkan pengalaman perempuan, kelompok-kelompok yang terpinggirkan, dan hubungan kekuasaan dalam masyarakat. Historiografi gender tidak hanya meneliti perempuan sebagai objek sejarah tetapi juga mengeksplorasi konstruksi sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang membentuk ketidaksetaraan gender sepanjang perkembangan sejarah. Oleh karena itu, historiografi gender berfungsi sebagai pendekatan penting dalam menciptakan penulisan sejarah yang lebih adil, kritis, dan representatif bagi semua kelompok dalam masyarakat.
References
Amini, Mutiah. Historiografi Perempuan Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2011.
Amini, Mutiah. “Gender Bias in Historiography of Indonesia and the Writing of Women’s History.” Jurnal Perempuan, Vol, 23, No. 3, 2018.
Pradadimara, Dias. “Perempuan dan Perspektif Gender dalam Penulisan Sejarah Indonesia.” Lensa Budaya, Vol. 14, No. 1, 2019.
Utama, Taqwa Ridlo. “Narasi Sejarah yang Tidak Setara: Mengurangi Bias Gender dalm Buku Teks Sejarah Indonesia.” Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, Vol. 7, No. 1, 2024.
Yulia, Desma. “Perspektif Gender dalam Historiografi Indonesia.” Jurnal Dimensi, Vol. 9, No. 2, 2020.
Husna. “Histiografi Perempuan di Indonesia dari Masa Klasik hingga Modern.” Jurnal PUSAKA, Vol.7, No.2, 2019.
“Marginalisasi Perempuan dalam sastra Indonesia”. Jurnal Mozaik, Universitas Negeri Yogyakarta, 2018.
“Representasi Perempuan dalam Karya Sastra Indonesia.”Jurnal Poetika, Universitas Islam Indonesia, 2019.
“Marginalisasi Seksual Perempuan dalam Sastra Populer Indonesia.” Jurnal Musawa, UIN Sunan Kalijaga, Vol. 17, No. 2, 2018.
“Perempuan dan Pengalaman Konflik dalam Historiografi Indonesia.” Lembaran Sejarah, Universitas Gadjah Mada, Vol. 15, No. 1, 2020.
Djajanegara, Soenarjati. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2017.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pemikiran dan Perjuangan R.A. Kartini. Jakarta: Kemendikbud, 2016.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Biografi Dewi Sartika. Jakarta: Kemendikbud, 2017.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Perjuangan Rasuna Said. Jakarta: Kemendikbud, 2018.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tuti Wahyuni, Musafir Pabbabari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
