Makna Tiktok pada Interaksi Sosial Mahasiswa KPI IAIN Bone Angkatan 2022-2025
DOI:
https://doi.org/10.65244/jfshe.v1i2.913Keywords:
TikTok, Interaksi Sosial, Mahasiswa KPI, Media Sosial, Teori S-O-RAbstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi fundamental dalam pola interaksi sosial, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan memahami makna TikTok dalam interaksi sosial mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Bone angkatan 2022–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur via WhatsApp dengan 15 informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dengan teknik triangulasi untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai TikTok secara multifungsi: dominan sebagai sumber hiburan utama, sekaligus berfungsi sebagai sumber informasi singkat, inspirasi kreatif, dan medium observasi praktik komunikasi yang relevan bagi studi mereka. TikTok berperan sebagai fasilitator modal sosial karena konten viral kerap menjadi conversation starter yang memperkuat kedekatan sosial dan mempermudah pertukaran sumber daya akademik (seperti template tugas dan tutorial). Namun, pengaruhnya bersifat ambivalen karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan distraksi, menurunkan kualitas interaksi tatap muka, dan berpotensi mengganggu fokus akademik. Belum ada program literasi media terstruktur di prodi meskipun mahasiswa menyadari perlunya memilah konten, dan variasi intensitas penggunaan antarindividu menuntut strategi komunikasi multi-kanal. Penelitian ini menyarankan prodi menyelenggarakan workshop literasi digital, menyusun pedoman etika penggunaan ponsel, serta memanfaatkan TikTok secara terarah untuk kegiatan edukatif.
References
Ball-Rokeach, Sandra, dan Melvin L. DeFleur. "A Dependency Model of Mass-Media Effects." Communication Research 3, no. 1 (1976): 3–21.
Hovland, Carl I., Irving K. Janis, dan Harold H. Kelley. Communication and Persuasion: Psychological Studies of Opinion Change. New Haven: Yale University Press, 1953.
Kotler, Philip, dan Kevin Lane Keller. Marketing Management. 15th ed. Harlow: Pearson, 2016.
Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018.
McQuail, Denis. McQuail's Mass Communication Theory. 6th ed. London: Sage, 2010.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks: Sage, 2014.
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.
Rijali, Ahmad. "Analisis Data Kualitatif." Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah 17, no. 33 (2018): 81–95.
Robingatun, Atik, Yuni Kartika, Nawal Mahda, Phasya Permata, Laila Nai'ilatur, dan Joko Tri Nugraha. "Hiburan atau Distraksi? Mengurai Pengaruh TIKTOK pada Prestasi dan Interaksi Mahasiswa." Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara 8, no. 1 (Juni 2024): 1–15. https://jom.untidar.ac.id/index.php/jman/article/download/4348/1392.
Severin, Werner J., dan James W. Tankard Jr. Communication Theories: Origins, Methods, and Uses in the Mass Media. 5th ed. New York: Longman, 2001.
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2017.
Yin, Robert K. Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014.
Zulmiyetri, Nurhastuti, dan Safaruddin. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana, 2019.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amilatussalihah, Sri Wulandari, Tasrifa Nurul Ilmi Dhar, Muhammad Syahrul Ramadhan, Kurniati Abidin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
