Analisis Penyelesaian Soal Cerita Siswa dalam Pembelajaran Matematika di SMP Negeri 16 Pontianak

Authors

  • Ditia Apriana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura Author
  • Agung Hartoyo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura Author
  • Dede Suratman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura Author

DOI:

https://doi.org/10.65244/jgge.v2i2.772

Keywords:

Analisis penyelesaian soal cerita, pemecahan masalah, SPLDV, tahapan Polya, kemampuan matematika siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Pontianak berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya (memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali). Rendahnya kemampuan siswa dalam mengaitkan matematika dengan konteks nyata serta banyaknya kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV menjadi latar belakang penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang dipilih dari 30 siswa kelas VIII A, mewakili kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berbentuk soal cerita dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi keempat tahapan Polya dengan sangat baik dan konsisten. Siswa berkemampuan sedang mampu memahami masalah dan menyusun rencana, namun kurang teliti dalam perhitungan serta tidak melakukan pemeriksaan kembali. Siswa berkemampuan rendah hanya mampu memahami sebagian informasi soal dan belum mampu merencanakan, melaksanakan, maupun memeriksa kembali penyelesaian. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan penyelesaian soal cerita siswa sangat bervariasi, dengan kelemahan utama pada tahap memeriksa kembali, terutama pada siswa berkemampuan sedang dan rendah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang menekankan berpikir reflektif dan pembiasaan pengecekan hasil akhir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anisa, W. N. (2014). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Komunikasi Matematik Melalui Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistic Untuk Siswa SMP Negeri Di Kabupaten Garut. Jurnal Pendidikan Dan Keguruan, 1.
Djong, D. (2023). Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP melalui soal cerita. Jurnal Pendidikan Matematika RAFA, 17(2), 101–112.
Hartini. (2008). Analisis Kesalahan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita pada Kompetensi Dasar Menemukan Sifat dan Menghitung Besaran-besaran segi Empat Siswa Kelas VII semester II SMP IT Nur Hidayah Surakarta Tahun Pelajaran 2006/2007. Universitas Sebelas Maret.
Indarwati, D., Sujadi, I., & Subanti, S. (2014). Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan langkah penyelesaian Polya. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 2(9), 911–922.
Jonassen, D. H. (2004). Learning to solve problems. John Wiley and Sons. Inc.
Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2015). Penelitian pendidikan matematika. PT Refika Aditama.
Listiana, L., Wulandari, D., & Pratiwi, R. (2024). Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 55–68.
Mullis, I. V., Martin, M. O., Foy, P., Kelly, D. L., & Fishbein, B. (2020). TIMSS 2019 international results in mathematics and science.
Mulyani, I., & Suparman. (2021). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari kemampuan awal siswa. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 324–337.
National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and standards for school mathematics. NCTM.
Polya, G. (1945). How to solve it: A new aspect of mathematical method. Princeton University Press.
Puspitasari, D., Ananda, R., & Fitriani, N. (2022). Hubungan kemampuan soal cerita dengan pemahaman konsep SPLDV siswa SMP. Jurnal Pendidikan Matematika RAFA, 8(1), 23–34.
Rahayu, S., Nurhidayah, I., & Putri, A. (2023). Kemampuan pemecahan masalah siswa dalam soal cerita matematika. Jurnal Numeracy, 10(2), 88–97.
Rahmi, R. (2017). Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 45–56.
Ruseffendi, E. T. (2006). Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Tarsito.
Sari, F. K., & Fitriyani, H. (2019). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP ditinjau dari langkah Polya. Jurnal Numeracy, 6(2), 112–120.
Sirait, M. A., Hartoyo, A., & Suratman, D. (2016). Kemampuan literasi matematis siswa ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah siswa SMP di Pontianak. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 5(6).
Sudirman, M., Hartono, Y., & Indaryanti. (2019). Analisis kesalahan siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(2), 113–124.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumarmo, U. (2004). Kemandirian belajar: apa, mengapa, dan bagaimana dikembangkan pada peserta didik. Seminar Tingkat Nasional FPMIPA UNY Yogyakarta.
Suryanto, S. (2017). Pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 45–56.
Utami, R. W., & Wutsqa, D. U. (2017). Analisis kesulitan siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4(1), 1–10.
Yaniawati, P. (2014). E-learning untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika. Pustaka Setia.
Yuwono, I. (2010). Matematika sekolah dalam pembelajaran. Unesa University Press.

Published

2026-05-06

How to Cite

Analisis Penyelesaian Soal Cerita Siswa dalam Pembelajaran Matematika di SMP Negeri 16 Pontianak. (2026). Journal of Golden Generation Education, 2(2), 315 – 330. https://doi.org/10.65244/jgge.v2i2.772

Similar Articles

1-10 of 111

You may also start an advanced similarity search for this article.