Analisis Program Konservasi Orangutan Sumatera oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari di Kabupaten Langkat

Authors

  • Naila Elfira Sari State University of Medan image/svg+xml Author
  • Anju Diah Natalia Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan Author
  • Ahmad Fauzi Sinuraya Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan Author
  • Ipantri Naibaho Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan Author
  • Rud Sahanaia Sari Nona Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan Author
  • Desty Novry Lianty Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan Author
  • Meilinda Suriani Harefa Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan Author
  • Drliandri Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.65244/jfshe.v1i2.920

Keywords:

Konservasi Orangutan, Restorasi Habitat, Pemberdayaan Masyarakat, YOSL–OIC, Bukit Mas

Abstract

Orangutan Sumatera (Pongo abelii) merupakan satwa endemik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Namun, populasi orangutan terus menghadapi ancaman akibat deforestasi, fragmentasi habitat, dan konflik manusia-orangutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan program konservasi orangutan Sumatera yang dilakukan oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL–OIC) di Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, serta mengkaji kontribusi produk berbasis konservasi terhadap perekonomian masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YOSL–OIC menerapkan pendekatan konservasi terpadu melalui restorasi ekosistem, penyelamatan orangutan, smart patrol, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain mendukung perlindungan habitat orangutan, program pemberdayaan masyarakat menghasilkan produk berbasis jahe merah seperti JELES, aromaterapi, dan body oil herbal yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara konservasi ekologis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mampu mendukung keberlanjutan konservasi orangutan Sumatera secara lebih efektif.

References

Harahap, H. A., Yonariza, Maynard, S., Ridwan, E., & Yuerlita. (2024). Our Hungry Neighbor : Self-Reported Data from Farmers ’ Perspective on Tapanuli Orangutans in the Batang Toru Fores, Indonesia. Tropical Conservation Science, 17, 1–13. https://doi.org/10.1177/19400829241226932

Massingham, E. J., Wilson, K. A., Meijaard, E., Ancrenaz, M., Santika, T., Friedman, R., Possingham, H. P., & Dean, A. J. (2023). Public opinion on protecting iconic species depends on individual wellbeing : Perceptions about orangutan conservation in Indonesia and Malaysia. Environmental Science and Policy, 150(July 2022), 103588. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2023.103588

Nasution, A., dkk. 2023. Biophysical and Anthropogenic Factors Affecting Human and Tapanuli Orangutan Conflict in Sumatran Tropical Rain Forest, Indonesia. ResearchGate Journal.

Purwoko, A., Kuswanda, W., Situmorang, R. O. P., Hutapea, F. J., Saputra, M. H., & Pasaribu, P. H. P. (2022). Orangutan Ecotourism on Sumatra Island : Current Conditions and a Call for Further Development. MDPI Journals, 14. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/su141811328

Rahman, R., dkk. 2022. Orangutan Ecotourism on Sumatra Island: Current Conditions and a Call for Further Development. Sustainability Journal, 14(18). Samsuri, Zaitunah, A., Ashari, R. H., & Kuswanda, W. (2023). Biophysical and anthropogenic factors affecting human and Tapanuli orangutan (Pongo tapanuliensis) conflict in Sumatran tropical rain forest, Indonesia. 77–91. https://doi.org/10.2478/environ-2023-0025

Saputra, D., dkk. 2022. “Peran Edukasi Lingkungan dalam Konservasi Orangutan Sumatera.” Jurnal Lingkungan dan Konservasi, 5(2), 45–53.

Suhardono, S., Fitria, L., Septiariva, I. Y., Sari, M. M., Ulhasanah, N., Prayogo, W., Arifianingsih, N. N., Buana, D. M. A., Wayan, & Suryawan, K. (2024). 26 Community-centric importance and performance evaluation of HumanOrangutan Conflict management in Aceh, Indonesia. Trees, Forests and People, 15(February), 100510. https://doi.org/10.1016/j.tfp.2024.100510

Wich, S. A., dkk. 2022. Drivers of Three Most Charismatic Mammalian Species Distribution across a Multiple-Use Tropical Forest Landscape of Sumatra, Indonesia. Animals Journal, 12(19). YOSL-OIC. (2024). Profil organisasi, program konservasi, restorasi hutan, pemberdayaan masyarakat.

YOSL-OIC. https://orangutancentre.org/ Yusri, M., dkk. 2024. Analisis Keberlanjutan Program Pelepasliaran Orangutan Sumatera di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh Provinsi Jambi. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 6(1), 55–67.

Published

2026-06-23

How to Cite

Analisis Program Konservasi Orangutan Sumatera oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari di Kabupaten Langkat. (2026). Journal of Future Social Humanities and Cultural Evolution, 1(2), 332-344. https://doi.org/10.65244/jfshe.v1i2.920

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

11-17 of 17

You may also start an advanced similarity search for this article.