ANALISIS MANAJEMEN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA SISTEM BIOFLOK SEBAGAI PENAMBAH PENGHASILAN MASYARAKAT

Penulis

  • Adi Prodi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Jambi Penulis
  • Hario Tamtomo Prodi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Jambi Penulis
  • Deka Veronika Prodi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Jambi Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65244/jetp.v2i1.654

Kata Kunci:

Ikan Nila, Sistem Bioflok, Budidaya Ikan, Penghasilan masyarakat, Teknologi Pertanian

Abstrak

Teknologi budidaya ikan nila sistem bioflok merupakan salah satu faktor inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya ikan nila. Dalam sistem bioflok berbasis mikroorganisme yang membentuk flok (Kumpulan partikel kecil) adalah berfungsi sebagai media penyerap nutrisi dan pengomtrol dalam kualitas air. Dalam penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas teknologi budidaya ikan nila sistem bioflok dalam meningkatkan produksi ikan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem bioflok akan  mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila lebih cepat dalam pertumbuhan serta dapat mengurangi biaya prodiuksi, pakan dan meningkatkan kualitas air di dalam kolam. Dengan menggunakan adopsi teknologi ini, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan taraf ekonomi secara berkelanjutan. Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok sebagi upaya peningkatan penghasilan masyarakat. Kondisi ini memerlukan pasokan bahan pangan yang cukup besar dan terjamin. Salah satu sumber protein yang dapat dihasilkan dalam jumlah massal dan cepat adalah produk perikanan air tawar. Saat ini telah dikembangkan teknologi bioflok yang hemat lahan dan air sangat cocok untuk dikembangkan di daerah pedesaan dan perkotaan atau hunian padat penduduk yang juga merupakan pasar produk yang dihasilkan. Tingkat produktifitas Sistem Budidaya Nila Sistem Bioflok untuk ikan nila mempunyai tingkat produksi 15-30 kg/m3 air. Dengan masa pemeliharaan yang berkisar antara 2,5-4 bulan serta Harga Pokok Produksi (HPP) sekitar Rp 16-22 ribu per kg, maka diperkirakan Sistem Budidaya Nila Sistem Bioflok ini akan menjadi suatu terobosan selain sebagai pendukung program ketahanan pangan dalam rangka pasokan protein yang cukup (misalnya dalam mengurangi masalah stunting) juga dapat meningkatakan penghasilan masyarakat dalam menunjang perekonomian keluarga.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Andriyanto F, Efani A, Riniwati H. 2013. Analisis Faktor-Faktor Produksi Usaha Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus Vaname)

Avnimelech, Y (2009). Biofloc technology-a pracitial guide book. The world Aquaculture society, baton rouge, Louisiana, US,182 pp.

Avnimelech, Y. (1999) C/N ratio as a control element in aquaculture systems. Aquaculture, 176. 227-235.10.1016/S0044-8486(99)00085-X.

Kementrian Pertanian. (2021). Laporan Produksi Ikan Nila di Indonesia. Jakarta : Kementrian Pertanian.

Prasetyo, H. (2020). Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Ikan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Suryadi, A. (2021). Manfaat Teknologi Bioflok dalan Budidaya.

Suryanto, D (2018). Teknologi Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok. Jakarta : Penerbit IPB.

Diterbitkan

2026-04-12

Cara Mengutip

ANALISIS MANAJEMEN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA SISTEM BIOFLOK SEBAGAI PENAMBAH PENGHASILAN MASYARAKAT. (2026). Jurnal Enterprise Dan Tata Kelola Perusahaan : Manajemen Dan Akuntansi, 2(1), 84-91. https://doi.org/10.65244/jetp.v2i1.654