KAIDAH TAFSIR  AYAT AL-QURAN SURAT AN-NAHL AYAT 42-43 TENTANG ETIKA  BELAJAR

Authors

  • Iis Rosilah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author
  • Tia Patmawati UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author
  • Heri Khoerudin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.65244/jgge.v2i2.783

Keywords:

Kaidah Tafsir, Surah An-Nahl, Etika Belajar, Studi Al-Qur'an

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penafsiran Al-Quran surah An-Nahl ayat 42-43 tentang etika belajar  dengan menitikberatkan pada penggunaan kaidah asbabun nuzul dan kaidah kebahasaan (linguistik). Kaidah tafsir merupakan fondasi metodologis dan landasan operasional dalam proses menginterpretasi Al-Qur'an guna mengungkap kedudukan serta fungsinya secara komprehensif. Etika belajar dipahami sebagai perangkat nilai moral dalam transmisi keilmuan yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kaidah tafsir yang sistematis, makna etika belajar dalam Surah An-Nahl 42-43 memberikan penekanan pada pentingnya rujukan otoritatif dalam menuntut ilmu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan etika belajar merupakan elemen fundamental dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, baik pendidik maupun peserta didik berkewajiban menjaga integritas etis dan selektif dalam menentukan sumber rujukan guna mencapai kedalaman pemahaman ilmu yang hakiki.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Maraghi, A. M. (1946). Tafsir Al-Maraghi (Vol. 8). Mustafa Al-Babi Al-Halabi.

Al-Qurthubi, S. (1964). Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an (Tafsir Al-Qurthubi). Dar al-Kutub al-Misriyyah.

Al-Suyuti, J. (1993). Lubab an-Nuqul fi Asbab an-Nuzul. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Thabari, I. J. (1988). Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an (Tafsir At-Thabari). Dar al-Fikr.

Al-Wahidi, A. I. (1992). Asbabun Nuzul. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Zarnuji, B. (2002). Ta'lim al-Muta'allim Tariq al-Ta'allum. Dar al-Ma’arif.

Asy'ari, H. (1927). Adab al-'Alim wa al-Muta'allim. Penerbit Maktabah al-Salafiyah.

Al-Attas, S. M. N. (1991). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. ISTAC.

Al-Farmawi, A. al-Hayy. (1977). Al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu'i. Matba'ah al-Hadhara al-Arabiyah.

Al-Qattan, M. K. (2000). Mabahith fi Ulum al-Qur’an. Maktabah al-Ma’arif.

Az-Zarkasyi, B. ad-Din. (1988). Al-Burhan fi Ulum al-Qur’an. Dar al-Fikr

Bing Chat. (n.d.). Percakapan AI. https://www.bing.com/chat.

Darun Nuhat. (n.d.). Kaidah Nahwu dan Tafsir, Dua Kesatuan yang Tak Terpisahkan. https://darunnuhat.com.

Ibnu Katsir, I. (2000). Tafsir Ibnu Katsir (Vol. 4). Darussalam.

Quran.com. (n.d.). Surah An-Nahl - 1-128. https://quran.com/an-nahl.

Tafsirq.com. (n.d.). Surat An-Nahl Ayat 43. https://tafsirq.com.

.

Hanafi, M. M. (2013). Metodologi Tafsir Kontekstual. Pusat Studi Al-Qur’an.

Lubis, M. A. (2015). Islamic Education: The Task and Role of Educators in Islamic Education. International Journal of Education and Research, 3(1).

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulkhan, A. M. (2002). Nalar Spiritual Pendidikan: Solusi Problem Filosofis Pendidikan Islam. Tiara Wacana.

Nasr, S. H. (2015). The Study Quran: A New Translation and Commentary. HarperOne.

Ramayulis. (2012). Filsafat Pendidikan Islam. Kalam Mulia.

Shihab, M. Q. (2013). Kaidah Tafsir: Syarat, Ketentuan, dan Aturan yang Patut Anda Diketahui dalam Memahami Ayat-Ayat Al-Qur'an. Lentera Hati.

Zarkasyi, A. F. (2020). Metode Pemahaman Al-Qur’an: Sebuah Kajian Epistemologis. UNIDA Gontor Press.

Published

2026-05-06

How to Cite

KAIDAH TAFSIR  AYAT AL-QURAN SURAT AN-NAHL AYAT 42-43 TENTANG ETIKA  BELAJAR. (2026). Journal of Golden Generation Education, 2(2), 331 – 344. https://doi.org/10.65244/jgge.v2i2.783

Similar Articles

21-30 of 129

You may also start an advanced similarity search for this article.