Dampak Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Emosi Anak

Authors

  • Grace Silaen Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Author

DOI:

https://doi.org/10.65244/jgge.v2i1.246

Keywords:

pola asuh orang tua, perkembangan emosi anak, keluarga

Abstract

Pola mengasuh orang tua sangat penting untuk perkembangan emosi anak. Cara orang tua mendidik, membimbing, dan berinteraksi dengan anak akan mempengaruhi kemampuan anak untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengungkapkan emosi mereka secara sehat. Pola pengasuhan yang buruk dapat menghambat perkembangan emosi anak dan menyebabkan masalah perilaku. Sebaliknya, perkembangan emosi yang baik membantu anak memiliki rasa percaya diri, empati, kestabilan emosi, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola pengasuhan demokratis, yang tekanan keseimbangan antara kasih sayang, komunikasi yang terbuka, dan disiplin yang konsisten, memberikan dampak yang paling positif terhadap perkembangan emosi anak. Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung memiliki pengendalian emosi yang baik, mampu membangun hubungan sosial yang sehat, dan menunjukkan sikap tanggung jawab. Namun pola asuh yang otoriter dan permisif dapat berdampak negatif terhadap perkembangan emosi anak, seperti kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki pola asuh yang penuh kasih sayang, bijaksana, dan bertanggung jawab agar perkembangan emosi anak dapat berkembang secara optimal untuk membantu membangun karakter yang sehat dalam keluarga dan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baumrind, D. (1991). The Influence of Parenting Style on Adolescent Competence and Substance Use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95.

Hurlock, E. B. (1980). Developmental Psychology: A Life-Span Approach. New York: McGraw-Hill.

Santrock, J. W. (2011). Child Development. New York: McGraw-Hill.

Yusuf, S. (2014). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bantam Books.

Hurlock, E. B. (2007). Perkembangan Anak (Jilid 2). Jakarta: Erlangga.

Santrock, J. W. (2011). Child Development (13th Edition). New York: McGraw-Hill.

Denham, S. A., & Burton, R. (2003). Social and Emotional Prevention and Intervention Programming for Preschoolers. Springer Science & Business Media.

Thompson, R. A., & Goodman, M. (2010). Development of Emotion Regulation: Biological and Behavioral Considerations. In Handbook of Life-Span Development. Springer.

Baumrind, D. (1991). The Influence of Parenting Style on Adolescent Competence and Substance Use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95.

Hurlock, E. B. (2007). Perkembangan Anak (Jilid 2). Jakarta: Erlangga.

Santrock, J. W. (2011). Child Development (13th Edition). New York: McGraw-Hill.

Denham, S. A., & Burton, R. (2003). Social and Emotional Prevention and Intervention Programming for Preschoolers. Springer Science & Business Media.

Collins, W. A., Maccoby, E. E., Steinberg, L., Hetherington, E. M., & Bornstein, M. H. (2000). Contemporary Research on Parenting: The Case for Nature and Nurture. American Psychologist, 55(2), 218–232.

Alkitab. (2007). Kitab Suci Perjanjian Baru dan Lama. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.

Published

2026-01-05

How to Cite

Dampak Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Emosi Anak. (2026). Journal of Golden Generation Education, 1(2), 348 – 357 . https://doi.org/10.65244/jgge.v2i1.246

Similar Articles

31-40 of 58

You may also start an advanced similarity search for this article.