PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM MODERAT DI KALANGAN GENERASI MUDA
DOI:
https://doi.org/10.65244/jggm.v2i3.776Keywords:
dakwah digital, Islam moderat, media sosial, generasi muda, literasi digitalAbstract
Perkembangan media sosial telah mengubah dakwah Islam dari pendekatan konvensional menjadi praktik digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam moderat di kalangan generasi muda, dengan mengkaji pengaruh algoritma, pergeseran otoritas keagamaan, dan komodifikasi konten religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 17 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021–2026 yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan X berfungsi sebagai ekosistem yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi (wasathiyyah), toleransi, dan inklusivitas. Namun, sistem berbasis algoritma cenderung memprioritaskan konten yang viral dan emosional dibandingkan pesan keagamaan yang substantif, sehingga berpotensi mengurangi kedalaman pemahaman. Selain itu, pergeseran otoritas keagamaan dari ulama tradisional ke influencer digital menimbulkan kekhawatiran terkait kredibilitas. Praktik monetisasi dan personal branding juga menunjukkan adanya kecenderungan komodifikasi konten keagamaan di ruang digital. Oleh karena itu, penguatan literasi digital keagamaan serta integrasi antara otoritas keilmuan dan kompetensi digital menjadi hal yang penting untuk memastikan keberlanjutan dakwah Islam moderat di era digital.
Downloads
References
Akbar, F., Mailin, M., & Ritonga, H. J. (2023). The Effectiveness of Da’wah Through Social-Media in Fostering the Interest of Da’wah Students of Islamic Communication and Broadcasting at North Sumatra State Islamic University. International Journal of Science and Society, 5(5), 775-785.
Alam, M. S., & Hossain, M. S. (2023). The effectiveness of social media as a medium for Islamic da’wah in the digital era: A systematic literature review. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 8(2), 145–160.
Basir, M. Z. K., Sham, F. M., Tan Abdullah, N. A. M., Sulaiman, M. N., Jafri, F., Ali, A. S., & Wondi, M. H. (2025). Exploring the role of digital da’wah in promoting green initiatives: A mini review. Sustainable Futures, 10, 101099
Fauzi, A., & Karim, M. A. (2024). Social media as a tool for Islamic da’wah in the digital era: Analyzing the benefits and obstacles. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan, 24(1), 67–82.
Hadi, B. K., Saputra, M. A., Raharjo, D. G., Azizah, A. N., & Zaelani, A. Q. (2025). The Role of Muslim Content Creators in Broadcasting Religious Moderation on Social Media in an Al-Qur'anic Approach “Ummatan Wasato”. KnE Social Sciences, 10(14), 692-709.
Iqbal, M., & Asman, A. (2021). Dakwah digital sebagai sarana peningkatan pemahaman moderasi beragama dikalangan pemuda. Jurnal Ilmu Dakwah, 41(2), 172-183.
Kustiawan, W., Zahra, S., Salsabila, K., & Ramayati, R. (2025). Peran Media Sosial dalam Penyebaran Dakwah dan Pengaruhnya di Kalangan Generasi Muda. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 17169–17176.
Nuriana, Z. I., & Salwa, N. (2024). Digital Da'wah in the Age of Algorithm: A Narrative Review of Communication, Moderation, and Inclusion. Sinergi International Journal of Islamic Studies, 2(4), 242-256.
Rahmadhani, S. A., Pratama, D. I., Putri, R. N. A. Z., & Ludiansyah, A. R. (2025). Potensi dakwah di media sosial TikTok: Peluang dan tantangan Islam di era digital. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 3(2).
Rokibullah, R., & Laksana, M. O. (2025). Peran Dakwah Habib Jafar di Media Sosial dalam Mempengaruhi Sikap dan Perilaku Remaja. Journal of Da'wah, 3(1), 62-77
Safitri, S. (2025). The role of social media in spreading religious moderation values. Young Journal of Social Sciences and Humanities, 1(1), 99-107.
Zaid, B., Fedtke, J., Shin, D. D., El Kadoussi, A., & Ibahrine, M. (2022). Digital Islam and Muslim millennials: How social media influencers reimagine religious authority and Islamic practices. Religions, 13(4), 335.
Kholisari, D. F. (2025). DAKWAH STYLISH DI ERA DIGITAL DAN KONTESTASI OTORITAS KEAGAMAAN: STUDI KASUS HANAN ATTAKI DAN USTADZ SELEBRITAS INDONESIA. El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, 22(13, Januari), 101-119.
Karimah, K., Siregar, K. A., Syakuro, M. A., Fauzizah, N. R., & Fadhil, A. (2026). Generasi Z dan Tantangan Islam di Era Digital. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 2(1), 694-703.
Rachmadhani, A. (2021). Otoritas Keagamaan Di Era Media Baru: Dakwah Gusmus Di Media Sosial. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 5(2), 150-169.
Rifdillah, M., Wahyuddin, W., Muhtarom, A., Mulyosaputro, P., & Vitisia, V. (2024). Pendidikan Islam, New Media dan Pergeseran Otoritas Keagamaan. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 7 (1), 28–42.
Santoso, J. (2023). Media Baru Dan Otoritas Keagamaan Generasi Milenial Muslim. Maarif, 17(2), 87-104.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Golden Generation Multidisciplinary

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Multidisciplinary agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Multidisciplinary right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









