DAMPAK PROGRAM EMPLOYEE WELL-BEING DAN TINGKAT STRES KERJA TERHADAP RETENSI KARYAWAN PADA PT. KREASIBETON NUSAPERSADA MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.65244/jggeconomic.v2i1.377Keywords:
Employee Well-Being, Stres Kerja, Retensi KaryawanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program employee well-being dan tingkat stres kerja terhadap retensi karyawan pada PT. Kreasibeton Nusapersada Medan. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya mempertahankan karyawan di tengah tuntutan kerja yang tinggi pada industri manufaktur, khususnya pada perusahaan berbasis produksi beton yang memiliki risiko stres kerja cukup besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Kreasibeton Nusapersada Medan sebanyak 85 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program employee well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, sedangkan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Secara simultan, employee well-being dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kesejahteraan yang dirasakan karyawan dan semakin rendah tingkat stres kerja, maka semakin tinggi keinginan karyawan untuk bertahan dalam perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan program kesejahteraan karyawan, memperbaiki lingkungan kerja, serta mengelola beban kerja secara lebih seimbang guna menekan tingkat stres. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, atau gaya kepemimpinan agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi retensi karyawan.
Downloads
References
Agustin, R. (2022). Dampak stres kerja terhadap turnover intention pada karyawan pabrik pengolahan pangan. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 9(2), 145–156.
Asih, G. Y., Widhiastuti, H., & Dewi, R. (2018). Stres kerja. Semarang: Universitas Semarang Press.
Elangovan, T., & Rodzalan, S. A. (2025). Employee well-being, job satisfaction, and employee retention in organizations. International Journal of Human Resource Studies, 15(1), 55–70.
Grant, A. M., Christianson, M. K., & Price, R. H. (2007). Happiness, health, or relationships? Managerial practices and employee well-being tradeoffs. Academy of Management Perspectives, 21(3), 51–63.
Hasibuan, M. S. P. (2016). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A new criterion for assessing discriminant validity in variance-based SEM. Journal of the Academy of Marketing Science, 43(1), 115–135.
Jafar, M. (2018). Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan. Jurnal Ilmu Manajemen, 6(1), 1–15.
Lestari, D., & Widodo, S. (2024). Pengaruh stres kerja terhadap retensi karyawan pada industri manufaktur di Indonesia. Jurnal Manajemen Industri, 12(1), 88–99.
Luthans, F. (2011). Organizational behavior: An evidence-based approach. New York: McGraw-Hill.
Maryatmi, A. S. (2021). Kesejahteraan psikologis dan implikasinya terhadap kinerja karyawan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 10(2), 101–112.
Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2018). Human resource management (15th ed.). Boston: Cengage Learning.
Musyaffi, A. M. (2021). Analisis SEM-PLS dengan SmartPLS. Yogyakarta: Deepublish.
Page, K. M., & Vella-Brodrick, D. A. (2009). The ‘what’, ‘why’ and ‘how’ of employee well-being. International Journal of Workplace Health Management, 2(2), 118–134.
Panggabean, M. S. (2018). Manajemen sumber daya manusia. Bogor: Ghalia Indonesia.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). New Jersey: Pearson Education.
Sari, N. (2023). Stres kerja dan faktor-faktor yang memengaruhi retensi karyawan sektor kesehatan. Jurnal Administrasi Bisnis, 11(2), 133–144.
Sinulingga, S. (2019). Metode penelitian. Medan: USU Press.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunyoto, D., & Burhanudin. (2015). Perilaku organisasi. Yogyakarta: CAPS.
Wijayanti, R., Putri, D. A., & Ramadhan, M. (2025). Determinants of employee well-being in manufacturing companies. Journal of Human Resource Development, 7(1), 20–34.
Zheng, X., Zhu, W., Zhao, H., & Zhang, C. (2015). Employee well-being in organizations. Journal of Organizational Behavior, 36(5), 621–644.-
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Golden Generation Economic

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Economic agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Economic right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









