PENINGKATAN KAPASITAS PENJAMAH MAKANAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN KERACUNAN DI SPPG KUTA CINGKAM KECAMATAN LAWE ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2026

Authors

  • Inneke Mutiara Amelia Universitas Nurul Hasanah Kutacane Author
  • Mutiara Hikmah Universitas Nurul Hasanah Kutacane Author
  • Nur Triningtias Universitas Nurul Hasanah Kutacane Author
  • Nelly Masna Barus Universitas Nurul Hasanah Kutacane Author
  • Khalikul Fadli Universitas Nurul Hasanah Kutacane Author

DOI:

https://doi.org/10.65244/jppm.v2i1.632

Keywords:

Penjamah Makanan, Higiene Sanitasi, Keamanan Pangan, Keracunan Makanan, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Keracunan makanan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Kejadian ini sering terjadi pada penyelenggaraan makanan skala kelompok akibat rendahnya penerapan prinsip higiene dan sanitasi oleh penjamah makanan. Penjamah makanan memiliki peran strategis dalam menjamin keamanan pangan, sehingga peningkatan kapasitas mereka menjadi hal yang sangat penting dalam upaya pencegahan keracunan makanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penjamah makanan dalam pencegahan keracunan di SPPG Kuta Cingkam Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, simulasi, dan pendampingan intensif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian perubahan perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan penjamah makanan. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 56,3 menjadi 85,7. Perubahan perilaku terlihat pada peningkatan praktik cuci tangan, penggunaan alat pelindung diri, serta pengolahan makanan yang lebih higienis. Selain itu, terjadi perbaikan pada kondisi sanitasi lingkungan dapur. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis edukasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas penjamah makanan. Diperlukan upaya berkelanjutan melalui monitoring dan kebijakan untuk mempertahankan perubahan perilaku.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2018 tentang higiene sanitasi jasaboga. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

World Health Organization. (2015). Estimates of the global burden of foodborne diseases. Geneva: WHO Press.

World Health Organization. (2020). Five keys to safer food manual. Geneva: WHO Press.

Food and Agriculture Organization. (2017). Food safety risk analysis: A guide for national food safety authorities. Rome: FAO.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman keamanan pangan. Jakarta: Depkes RI.

Suryani, D., & Widyastuti, Y. (2020). Hubungan pengetahuan dengan praktik higiene penjamah makanan di industri jasa boga. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 120–128.

Rahmawati, R., & Lestari, T. (2021). Pengaruh pelatihan higiene sanitasi terhadap perilaku penjamah makanan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(1), 45–53.

Hastuti, P. (2019). Faktor risiko kejadian keracunan makanan pada penyelenggaraan makanan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(3), 210–218.

Nurhayati, E. (2020). Penerapan sanitasi makanan dan minuman dalam mencegah kontaminasi. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 12(1), 30–38.

Widodo, A. (2018). Higiene penjamah makanan di kantin sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 85–92.

Lestari, S., & Hidayat, R. (2022). Peningkatan pengetahuan keamanan pangan melalui edukasi berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 10–18.

Putri, A., & Sari, M. (2021). Edukasi higiene sanitasi pada penjamah makanan dalam meningkatkan kualitas pangan. Jurnal Abdimas Kesehatan, 3(2), 95–102.

Dewi, R. (2020). Perilaku hidup bersih dan sehat dalam pengolahan makanan. Jurnal Kesehatan, 14(1), 60–68.

Kurniawan, B. (2019). Pengaruh sanitasi lingkungan terhadap keamanan pangan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 150–158.

Sari, N., & Putra, D. (2022). Peran penjamah makanan dalam pencegahan penyakit berbasis pangan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(1), 33–41.

Handayani, T. (2021). Hubungan pengetahuan dengan praktik kebersihan penjamah makanan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 120–127.

Prasetyo, E. (2018). Keamanan pangan pada industri rumah tangga pangan. Jurnal Teknologi Pangan, 9(1), 20–27.

Siregar, M. (2020). Evaluasi higiene sanitasi pada pengolahan makanan di jasa boga. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 55–62.

Yusuf, H. (2021). Perilaku penjamah makanan terhadap keamanan pangan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 16(2), 200–207.

Wulandari, D. (2022). Edukasi keamanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat. Jurnal Abdimas, 6(1), 70–78.

Azwar, A. (2016). Pengantar administrasi kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health promotion planning: An educational and ecological approach (4th ed.). New York: McGraw-Hill.

Published

2026-04-14

How to Cite

PENINGKATAN KAPASITAS PENJAMAH MAKANAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN KERACUNAN DI SPPG KUTA CINGKAM KECAMATAN LAWE ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2026. (2026). Jurnal Prinsip Pengabdian Masyarakat, 2(1), 51-58. https://doi.org/10.65244/jppm.v2i1.632

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.