KAIDAH AL-GHARIB, AL-MU’ARRAB, DAN LA TARADUF FI Al-QURAN

Authors

  • Ulfa Hidayatus Salsabila Universitas Islam Negeri Palangkaraya Author
  • Muhammad Akbar Universitas Islam Negeri Palangkaraya Author
  • Ahmad Dasuki Universitas Islam Negeri Palangkaraya Author

DOI:

https://doi.org/10.65244/jggr.v2i2.712

Keywords:

Ushul al-Tafsir, Gharib, Mu’arrab, La Taraduf, Tafsir Al-Qur’an, Linguistik

Abstract

Pemahaman  terhadap  Al-Qur'an  memerlukan  pendekatan  yang  komprehensif, terutama dalam aspek linguistik yang kompleks.  Tiga konsep utama dalam Ushul al-Tafsir, Gharib,  Mu’arrab,  dan  La  Taraduf berperan    penting    dalam mengungkap kedalaman makna Al-Qur'an.  Gharib merujuk pada kata-kata asing atau jarang digunakan yang memerlukan penafsiran khusus.  Mu’arrab adalah kata-kata non-Arab yang diadopsi ke dalam bahasa Arab dan digunakan dalam Al-Qur'an, menunjukkan interaksi budaya dan linguistik.  Sementara itu, La Taraduf menekankan  bahwa  tidak  ada  sinonim  sempurna  dalam  Al-Qur'an, setiap  kata memiliki  makna  dan  nuansa  tersendiri. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  meninjau secara kritis ketiga konsep tersebut dengan merujuk pada literatur. Metode yang digunakan  adalah  studi  literatur  dengan  pendekatan  kualitatif,  menganalisis bagaimana  para  ulama  dan  akademisi  kontemporer  memahami  dan menerapkan konsep-konsep  ini  dalam  tafsir  Al-Qur'an.    Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa pemahaman yang mendalam terhadap Gharib, Mu’arrab, dan La Taraduf sangat penting  dalam  menafsirkan  Al-Qur'an  secara  akurat  dan  kontekstual. Studi  ini juga menyoroti perlunya integrasi antara pendekatan linguistik klasik dan modern dalam Ushul al-Tafsir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-‘Akk, Khalid bin ‘Abdurrahman. Ushul at-Tafsir wa Qawa‘iduh. Cet. ke-2. Beirut: Dar an-Nafā’is, 1406 H/1986 M.

Azkia, Nakhwa. GHARIB, MU’ARRAB, DAN LA TARADUF: TIGA PILAR DALAM MEMAHAMI KEDALAMAN MAKNA AL-QUR’AN. 3 (2025).

Iskandar, Iskandar. “Kontroversi Kaidah Taraduf Dalam Al-Qur’an.” Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir 1, no. 2 (2021): 131–47. https://doi.org/10.19109/jsq.v1i2.10164.

Makhluf, Husnaini Muhammad, Muammar Qadavi Umasugi, dan Ahmad Dardiri. Fenomena Al-Taraduf dalam Bahasa Arab dan Contohnya. t.t.

Nirmala, & Fitriah. 2021. “EKSISTENSI LAFAZ-LAFAZ AL-MU’ARRAB DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN” Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 6, No. 2, hlm. 96.

Ridho, Muhammad Rifqi, dan Abu Bakar. Signifikansi Gramatika Arab dalam Menginterpretasikan Al-Qur’an. 3, no. 1 (2025).

Saputra, Risko Ari, Sholihuddin Amin, Muhammad Jiddan Alamsyah, dan Ahmad Dasuki. TIDAK ADA SINONIM DALAM AL-QUR’AN: KAJIAN SEMANTIK TERHADAP KOSAKATA AQL, FIKR, NAZHAR, TADABBUR, DAN ILMU DALAM PERSPEKTIF LA TARADUF. 3 (2025).

Published

2026-05-02

How to Cite

KAIDAH AL-GHARIB, AL-MU’ARRAB, DAN LA TARADUF FI Al-QURAN. (2026). Journal of Golden Generation Religious, 2(2), 224-233. https://doi.org/10.65244/jggr.v2i2.712

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 22

You may also start an advanced similarity search for this article.