PERAN APLIKASI CEK BANSOS DALAM PENYALURAN BANTUAN SOSIAL DI DESA SIDODADI, KECAMATAN LOGAS TANAH DARAT
DOI:
https://doi.org/10.65244/jggeconomic.v1i2.133Keywords:
Aplikasi Cek Bansos, bantuan sosial, Desa SidodadiAbstract
Penelitian ini mengkaji peran Aplikasi Cek Bansos sebagai instrumen digital dalam meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial di Desa Sidodadi, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Aplikasi Cek Bansos yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dimanfaatkan sebagai sarana verifikasi data penerima manfaat, pemantauan real-time proses penyaluran, serta pengurangan potensi penyimpangan dalam program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada aparatur desa, pendamping sosial, dan penerima manfaat serta observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi di lapangan, penelitian ini menemukan bahwa Aplikasi Cek Bansos telah berhasil mempercepat proses verifikasi penerima bantuan hingga 65% lebih cepat dibandingkan metode manual sebelumnya, mengurangi duplikasi data penerima hingga 78%, serta meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme penyaluran bantuan. Namun, implementasi aplikasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses internet di wilayah pedesaan, rendahnya literasi digital sebagian pendamping dan penerima manfaat, serta belum optimalnya sinkronisasi data antara aplikasi pusat dengan sistem informasi desa. Secara keseluruhan, Aplikasi Cek Bansos terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola penyaluran bantuan sosial yang lebih akuntabel dan inklusif di Desa Sidodadi, sekaligus menjadi model replikasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuantan Singingi yang memiliki karakteristik geografis dan demografis serupa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur jaringan, pelatihan intensif literasi digital bagi aparatur dan masyarakat, serta integrasi aplikasi dengan sistem informasi desa untuk optimalisasi manfaat di masa mendatang.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuantan Singingi. (2024). Kuantan Singingi dalam angka 2024. BPS Kabupaten Kuantan Singingi.
Dinas Sosial Kabupaten Kuantan Singingi. (2023). Laporan penyaluran bantuan sosial tahun anggaran 2022–2023. Dinsos Kuansing.
Hadi, S., & Putra, A. (2023). Efektivitas aplikasi Cek Bansos dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bansos di Provinsi Riau. Jurnal Administrasi Publik dan Kebijakan Sosial, 12(2), 45–62.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2021). Pedoman umum program bantuan sosial reguler dan penanganan Covid-19 melalui aplikasi Cek Bansos. Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial.
Maulana, R., & Sari, N. (2024). Digitalisasi penyaluran bantuan sosial di pedesaan: Studi kasus penggunaan aplikasi Cek Bansos di Provinsi Riau. Jurnal Kebijakan Publik, 15(1), 89–107.
Rahayu, P., & Santoso, B. (2022). Peran teknologi informasi dalam mengurangi penyelewengan bantuan sosial: Evaluasi aplikasi Cek Bansos. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 22(1), 78–95.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2021). Petunjuk Teknis Aplikasi Cek Bansos. Jakarta: Kemensos RI.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2020). Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Sosial. Jakarta: Direktorat Jenderal PFM.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2021). Modul Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial—SIKS-NG. Jakarta: Kemensos RI.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Kesejahteraan Rakyat 2022. Jakarta: BPS Indonesia.
Pratama, A. B. (2022). Pemanfaatan aplikasi digital dalam distribusi bantuan sosial di Indonesia. Jurnal Kebijakan Sosial, 14(2), 101–115.
Wicaksono, R., & Hapsari, D. (2021). Efektivitas Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial dalam proses verifikasi penerima bansos. Jurnal Administrasi Publik, 9(1), 33–45.
Rahmawati, S., & Nugroho, A. (2022). Transformasi digital layanan publik pada penyaluran bantuan sosial. Jurnal Transformasi Governance, 5(3), 214–229.
Sari, P. M., & Lestari, W. (2023). Transparansi data penerima bantuan sosial berbasis aplikasi. Jurnal Teknologi Informasi Publik, 2(1), 45–59.
Yulianti, R., & Hidayat, E. (2022). Pemanfaatan aplikasi Cek Bansos dalam mengurangi ketidaktepatan sasaran bantuan. Jurnal Pembangunan Sosial, 11(2), 160–175.
Putra, D. A. (2021). Digitalisasi layanan bansos dan partisipasi masyarakat. Jurnal Inovasi Pelayanan Publik, 7(2), 88–102.
OECD. (2020). Digital Government in Indonesia: Strengthening the Institutional and Policy Framework. OECD Digital Government Studies.
Mahardika, Y. F., & Setyawan, H. (2023). Evaluasi pemanfaatan teknologi informasi dalam penyaluran bantuan sosial. Jurnal Administrasi Negara, 10(1), 55–70.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Golden Generation Economic

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Golden Generation Economic agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the Journal of Golden Generation Economic right of first publication with the work simultaneously This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









